
Bra dengan berbagai model dan warna memang banyak beredar di pasaran. Namun, tidak semua pakaian dalam tersebut benar-benar nyaman dipakai dan sesuai dengan bentuk tubuh wanita.
Menurut seorang ahli pakaian dalam, ukuran bra yang salah seringkali membuat wanita merasa tidak nyaman karena menimbulkan tonjolan lemak akibat gesekan tali. Selain mengurangi kepercayaan diri, bra yang tidak tepat juga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan yaitu nyeri leher dan punggung, masalah pencernaan, sakit kepala, mulas, dan sesak napas.
Sebuah survei pun menghasilkan fakta bahwa lebih dari 80 persen wanita memakai bra yang salah. Untuk itu, ahli bedah Atul Khanna bekerjasama dengan spesialis bra, Sue McDonald menciptakan sebuah bra berteknologi baru yang diberi nama 'Optifit'.
Dalam pembuatannya, bra tersebut didesain dengan tiga macam pengukuran khusus.
Optifit diklaim memiliki cara bekerja yang beda dari bra biasa, dimana produk ini seakan memeluk tubuh dari belakang sehingga dapat mengangkat payudara dan tidak menyebabkan tonjolan lemak akibat gesekan tali bra. Selain membuat bentuk tubuh tampak proporsional, bra ini juga dapat menghilangkan sakit kepala dan tidak menyiksa leher sampai bahu.
Produk yang disebut-sebut sebagai versi bra dari stocking Spanx ini telah melewati uji coba oleh 10.000 wanita tersebut memberikan hasil positif. Melihat hal tersebut, Optifit kini sudah beredar di pasaran Inggris dengan berbagai pilihan model dan warna.
Sue sendiri ternyata sudah mematenkan metode mengukur payudara miliknya sejak 10 tahun lalu, kemudian pada tahun 2010 ia berkonsultasi dengan Khanna. "Ini adalah saat yang tepat untuk membuat bra yang nyaman dan efektif untuk jutaan wanita yang mengenakan bra setiap harinya," tutur Khanna seperti dilansir dari Daily Mail. (dailymail~detik.com/29/11/12)









